ya allah.. masih belom percaya rasanya. kemaren malem, ditengah-tengah aku ngerjain tugas resume farfis-nya bu tiwi, di TLine heboh dengan beritanya temenku meninggal. sumpah shock banget rasanya. sampe udah gak mood rasanya yang mo ngerjain tugas.
namanya wida, anaknya sholihah, baik, cantik, pinter, pokoknya perfect wes. tapi dibalik senyumnya, dia sungguh menyimpan derita yang pedih. terkena leukimia, stadium 4. aku kira, penyakit itu hanya eksis di novel atau sinetron-sinetron aja, tapi ternyata aku telah menemukannya di dunia nyata ini, engga hanya di sinetron!
meskipun aku gak pernah sekelas sama dia, tapi rasanya dia dekat denganku. waktu mondok dulu, aku pernah sekamar dengan dia. dan waktu SNMPTN 2010, aku nginep di rumahnya, karena di rumahku ga ada tempat untuk SNMPTN. dan tahukah, ternyata mbak nya dia adalah muridnya abiku saat SMA, tepatnya di MA Nurul Jadid Paiton. See, bukankah dengan penjelasan ini ada benang merah diantara kita?
sempat waktu dia sakit kemaren, aku jenguk ke Rumah Sakit Soebandi Jember bersama teman-teman. trus aku ngomong ke dia, "cepet sembuh ya Wid, ntar aku maen-maen lagi ke rumahmu". Tapi ternyata Tuhan berkata lain, Dia sudah kangen sama kamu Wid. Dia sudah ingin bertemu denganmu. umur seseorang tak ada yang tahu memang, kecuali Dia Yang Maha Menciptakan. segala sesuatunya telah diatur oleh-Nya dengan sedemikian rupa tanpa ada cacat sedikitpun di dalamnya. kita hanya bisa menjalani apa yang telah ditulisNya.
tapi maafin aku Wid, sampe sekarang aku masih belum sempat ngelayat ke rumahmu, niatnya tadi sore, tapi hujan. kalo malem takut kemaleman. Aku doain kamu dari sini dulu ya Wid, besok insya allah kalo allah mengizinkan aku ke rumahmu. aku bener-bener berdo'a semoga kamu tenang di sisi-Nya Wid. kamu bisa merasakan nyaman disana tanpa ada rasa sakit lagi.
selamat jalan teman, semoga amal baikmu diterima di sisi-Nya. selamanya kamu tetap di hatiku, Wida. engkau tak lekang oleh waktu.
saat seseorang telah berpulang kepada-Nya, semua kenangan baiknya akan selalu diingat oleh orang-orang yang mengenalnya. dan saat tiba waktuku, adakah orang-orang yang akan mengenangku seperti mereka mengenagmu Wid?





0 komentar on "Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut"
Posting Komentar